Tentang Saya

Kamis, 16 Agustus 2012

cheers the wall

well, these were what i did on two days left, one of the way to holding 'ied mubarok celebrate
it was totally fun yeay


 





Rabu, 15 Agustus 2012

Night To Remember - Sorry (Diriku Bersamanya)



is just freakin to this song, nice one.

Night To Remember - Sorry (Diriku Bersamanya)

Kutemui pagi yang bersinar
Membawaku kembali bersama
Dirimu yang tak seharusnya ada
Di sampingku dan tersenyum manja
Benarkah kau yakin aku harus mencoba
Katakan apa yang tlah kau rasa
Maafkan diriku sahabatku

Tak pernah kubayangkan semua ini berbeda
Ternyata begitu cepat kau ubah semua
Sorry sorry dia mencintaiku
Lebih dari dia mencintaimu
Wo..o..ow..
Maafkan dirinya bersamaku

Apakah semua akan baik saja
Saat kedua mata bercerita
Hangat pelukan yang pernah ada
Genggam erat tanganku berkata
Benarkah kau yakin aku harus mencoba
Katakan apa yang tlah kau rasa
Maafkan diriku sahabatku

Tak pernah kubayangkan semua ini berbeda
Ternyata begitu cepat kau ubah semua
Sorry sorry dia mencintaiku
Lebih dari dia mencintaimu
Wo..o..ow..

#InMemoriamDema

Rabu, 01 Agustus 2012

dari 'A Moment To Remember'


 Memaafkan memberikan sedikit ruang pada hatimu
Tukang batu sejati adalah orang yang mampu membuat rumah dalam hatinya, bukan ia yang menggigil diluar rumah karena kebencian
-A moment to remember



Kisah yang disuguhkan film ini menyentuh sekali, membuat penontonnya senyum-senyum sendiri setiap adegan manis yang disodorkan, juga ikut menangis sesegukan saat diantarkan pada adegan sedih tanpa pendramatisiran.

Tentang seorang mandor pekerja berat super tampan yang dijatuhi cinta oleh putri luar biasa cantik dari seorang kontraktor kaya raya. Keduanya saling jatuh cinta dengan tembok tinggi yang memisahkannya ‘status sosial’. Ketulusan yang dibangun keduanya mampu meluluhkan hati ayah sang gadis dan bersedia menikahkan mereka.
Hidup keduanya setelah itu teramat sempurna sampai perempuannya terkena penyakit ‘Alzheimer’

Bagian termanis dari kisah ini adalah bagaimana seorang pria tegap,kasar dan emosional luruh oleh cinta pada perempuannya, bagaimana ia mengusahakan apapun demi hidup perempuannya, bagaimana ia menjaga perempuannya dari ]segala sakit.

Perempuan : “Kita berpisah saja, kau tahu ada penghapus dalam otakku? Apa
                   indahnya cinta kalau semua ingatanku menghilang?”
Pria           : “Tidak akan pernah! kau tahu aku cerdas? jadi aku akan
                    mengingat semuanya untukmu. Aku ingatanmu. Aku hatimu. 
                    Mengerti?”


“Aku dipertemukan denganmu karena aku seorang pelupa, sekarang aku dipisahkan denganmu karena aku pelupa, aku rasa aku tidak perlu mengingatmu karena kamu sudah hidup dalam diriku”
-Perempuan pada prianya

Hujan Semalam



Sebab hujan mampu merangkulku dari segala perih
Pun terkadang menyeretku paksa pada kolong kenangan
Ia mengeja bait cerita dari setiap rintik dengan rendah hati
Rimanya menerawangkanku pada sebuah angan

Tentang kau dan aku dengan percik warna-warninya
Tentang langit yang terkikik memuja pelangi
Tentang waktu yang enggan berhenti untuk kita
Tentang bulan merah maroon yang bersenandung lirih

Memaksaku mengingat kau lalu menetaslah puisi ini
Waktu pun tertawa menjeratku pada detik ini
Lalu kau pergi bersama kesendirian yang enggan kembali
Dan aku menengadah terbawa arus dini hari

Palembang 1Agustus2012

Jumat, 13 Juli 2012

Aku adalah Bumi-mu



Aku adalah bumi. Tempat dimana hal-hal baru bisa tumbuh. Berkembang. Tempat dimana biji-biji bisa menjadi bunga, menjadi buah, menjadi warna di luas dunia. Tempat dimana nyawa tetap bertahan merawat hidup. Tempat dimana masa depan dituliskan menjadi kebahagiaan-kebahagiaan yang mendekati abadi.


Aku adalah bumi, tempat ditanamnya gravitasi. Menangkap segala sesuatu yang rebah dengan tangan terbuka. Yang angkuh, yang rapuh, semua yang jatuh kuterima dengan tanpa kecuali.

Bukan. Bukan aku tak ingin menjadi bumi yang bisa memberi hidup bagi segala yang hendak hidup, tapi tempat terindahmu bukan di sini. Tempatmu untuk
menabur cinta bukanlah disini. Disini hanyalah tempat awalmu berpijak. Cukup sekali saja berpijak, dan sesekali mengamati. Bukan untuk menciptakan abadi. Tempat kembalinya seluruh hidup dan matimu adalah langit. Langit beserta isi, dan musim yang melindunginya.

Kuletakkan tubuhmu yang sekecil rasa ingin kembalimu itu di telapak tanganku. Kutiupkan mantra-mantra yang kemudian menjadi gumpalan awan, bergerak. Perlahan dia berjalan seperti ayam, lalu melompat seperti kanguru, kemudian melesat seperti cahaya, hingga tak terlihat. Melesat jauh ke langit jingga bernama masa lalu.