Tentang Saya

Jumat, 20 April 2012

Random #1

 Pukul 9 malam waktu Palembang, 

Kau lihat awan diatas kepalaku? Ya ini memusingkan sungguh. Aku sedang duduk di ubin sebuah kamar rumah sakit sekarang, jangan Tanya kenapa aku disini oke karena aku sudah menemui banyak hal buruk hari ini, demi Tuhan aku kehabisan mood baikku.
Dan aku sadar, benar-benar sadar tepatnya bahwa sehat itu mahal. Ini kamar kelas 1 jadi totalnya ada 3 pasien yang dirawat inap disini. Kau tahu satu hal, pasien yang ranjangnya bersebrangan dengan ranjang papaku ini berisik sekali, menyebalkan memang.
Aku menjumpai hari yang teramat membosankan disini, menatap layar handphone, Cuma itu satu-satunya yang tidak masuk kategori menyebalkan.
Dan mulai sekarang aku bercita-cita tidak akan pernah menginap di tempat semacam ini lagi, ya benar memang Cuma kamar sendiri yang bisa disebut tempat ternyaman sejagat.
Tulisan absurb-sebaiknya jangan kau baca

Senandung Hujan




Kau ingat? Kita berdua pernah memandangi embun di kaca jendela kelas ini, dan hujan mengetuk teratur tepinya. Ah mungkin kau sudah lupa dan aku cacatnya selalu memiliki kemampuan mengingat lebih baik dari yang kau punya.
                Dan kau tuan, yang padamu selalu kujatuhi rindu. Hari ini aku lihat langit menuangkan butiran bening itu lagi, dan baunya masih seperti kemarin. Langit basah. Itu kenapa aku menggilai hujan, kerendah hatinya menghadirkan kembali waktu aliran darahmu merasuki nadiku.
                Detik ini pun, tatapan teduh yang selalu mampu menenangkanku itu jelas terekam di setiap tangkapan mataku. Kau pernah menggenapkanku tapi goresan yang kau toreh lebih dalam, entah akankah kutemukan penawarnya? Nyatanya, dari goresan perih ke perih, kaulah yang satu-satunya tak ingin kuakhiri. Hujan petang ini menyenandungkan getaran tak utuh dari suaramu, yang pernah ku dengar paling merdu.