Tentang Saya

Tampilkan postingan dengan label Poem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Poem. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 November 2014

Matahari di Seberang Meja


Pantas saja di sini udara memanas
Ada satu matahari lagi yang terbit di seberang meja
Bersinar, merekah, energi yang membuncah
Ada kecintaan yang tak hirau bersembunyi,
menyeruak keluar memecahkan sepi.


Terang saja dunia jadi benderang
Sebutir matahari bersinar di seberang meja
Sinarnya dekat, menyusup masuk kulit hingga sudut tersulit
hati,
pikiran,
jiwa,
mengusir tikus dan ngengat penyuka lembab.


Tentu saja kau pusat tata surya
dengan planet dan bulan mengitari sempurna
Aku di seberang meja adalah planet yang mengembara,
tak berinduk, tak bertuan.
perlahan jatuh dalam daya tarik Tuan.

Selasa, 28 Oktober 2014

Pulang





Kemarin kita pernah saling berteriak sampai akhirnya kelelahan dan menyerah. Aku menangis sesegukan di sudut ruangan. Kamu menunduk. Kita tenggelam dalam detik-detik mematikan hingga piringan hitam mengulang lagu kesukaan kita. Kucing peliharaan kita mengeong keras. Aku mengutuk dalam hati, setengah mati akan meninggalkanmu.

Kamu bilang kita keras kepala. Aku bilang kita tak pernah mau mengalah. Kita berkali-kali berusaha saling melupakan. Kamu bilang, "Silahkan temukan dia yang lebih baik". Aku bilang, "Mari kita sudahi saja". Kemarin, musim panas kedua milik kita. Kamu ke Barat dan aku ke Timur. Kita saling membalikkan badan, memalingkan muka.

Lalu aku menghabiskan sisa malam mengurung diri di ruang tidur, sedang kamu tidur di sofa dengan tim bola kesukaanmu. Malam kian pekat, sepekat jelaga. Saat malam memaksaku terjaga,satu-satunya hal yang ingin kulakukan adalah melangkahi jarak lalu mendekap lelapmu erat hingga pagi menyapa.

-----------------------------------
Hari ini matahari bersinar sama baiknya dengan kemarin. Dan hari ini, aku bangun dalam sebuah dekap yang hangat pada sebuah lengan besar milikmu. Ah, lelakiku, ia sudah kembali. Kita sudah kembali dari sebuah perjalanan yang melelahkan. Pagi ini, kamu membangunkanku dengan sebuah kecup. Kamu bilang sudah tidak akan ada lagi tengkar. Ada yang lebih nyala dari rona mentari, doa-doa yang terapal dari kecup bibir kita diujung pertengkaran. Kita saling berjanji akan terus seperti ini, sekuat apapun kita berteriak, sekeras apapun kita coba pergi, akan selalu saja ada sesuatu yang membawa kita kembali. Sejauh-jauhnya aku melangkah, hanya kepadamulah cinta mengarah 

Pada akhirnya, kita hanya perlu menemukan seseorang yang sama keras kepalanya meminta untuk tetap tinggal. Dan kamu bilang, hari ini kita akan memutar ulang film kesukaan kita seharian, aku bilang aku akan membuatkanmu omelet dan teh hangat. Kita boleh jadi keras kepala, dan tetap akan luluh pada akhirnya.

Jadikan aku rumah sayang, sebagaimana aku menjadikanmu seseorang yang selalu kuharapkan untuk pulang. Terima kasih telah menjadi dekap yang begitu lembut memeluk. Aku mencintai segenapmu.

Mendengarkan: The Overtunes - Sayap Pelindungmu

Sabtu, 18 Oktober 2014

18 10 14




Aku suka menggenggam tanganmu, mereka selalu lembab dan hangat.
Aku suka bersandar di pundakmu, tatapanmu- mereka senyaman pagi.
Aku suka melihat langkahmu, saat mereka rela tak sepanjang yang seharusnya,
hanya agar aku bisa selalu berjalan di sisimu.

Aku suka memandangi  caramu cemberut.
Atau kerut kecil di ujung matamu setiap kali kau tersenyum tertahan.
Ya Tuhan, mereka lucu sekali!

Kau tak pernah lupa mengingatkanku;
Bahwa hidup tak menuntut kesempurnaan, tapi penerimaan.

Kau juga suka bilang;
Jangan terlalu keras kepala, manusia belum bisa menciptakan cinta atau kesetiaan.
Orang-orang pintar hanya suka bikin robot.
Dan robot tidak punya pelukan yang mampu bicara sampai ke hatimu.

Katamu; Aku boleh pergi, berjalan yang jauh asal tak lupa bahwa hati sekuat apa pun selalu perlu pulang.
Katamu; Cinta yang baik selalu punya cara untuk membuatmu merasa diinginkan dan dipercaya.

Katamu; Kamu mencintaiku.

falafu

Seperti Ini Kau Terekam di dalam Kepalaku

Seperti rintik gerimis pertama yang jatuh ke tanah musim semi 
Seperti desir angin hangat yang terbang landai dari barat daya, lalu lembut menerpa wajah kita 
Seperti sinar mentari yang menerobos sela-sela ranting pepohonan di hutan hujan
Seperti toko kecil yang setia buka di tengah badai salju 

Seperti itulah kau terekam di dalam kepalaku

Rabu, 11 Juni 2014

06 11 14

Aku adalah biru
Terkunci mati dalam kotak
Tenggelam dalam samudra tak berdasar.
Gelap dan hampa udara
Mustahil terbongkar dan ditemukan
Hancur tercakar ombak berderai
Membangkai
Terberai.

Kamis, 29 Mei 2014

Pemeran Utama




Kadang duduk tenang di puisiku.
Sesekali terbahak-bahak di telingaku.
Kali lainnya berlari-lari di bola mataku.
Akhirnya kelelahan, pulas di sisi kiri pundakku.


Kamu pemeran utama dalam sebuah pertunjukan besar di kepalaku.

Sabtu, 17 Mei 2014

Gravitasi



Adalah kau….

Gravitasi yang menarikku lagi dan lagi..
Kakiku tak pernah sanggup memutar arah, kalaupun sanggup aku tak ingin.
Langkahku ikhlas merekat. Tak perlu kau ikat erat-erat.

Kau serupa padang ilalang, tempat tenang di mana aku meramu bintang dan meninabobokan kunang-kunang.
Mereka boleh cemburu, karena namamu adalah penghuni tiap cerita.
Dua suku kata yang menyempurnakan doa.

Adalah kau…

Kebahagiaan yang bermukim jutaan malam.
Tawa yang akan menetap seumur dunia
Nyata..
Engkau…
Gravitasi yang menarikku lagi dan lagi

Kamis, 06 Maret 2014

Tidak Dicintaimu


Karena aku sudah terlanjur mencintaimu, seperti rahim yang tak mungkin menelan lagi anaknya. Sekalipun laba-laba telah membangun sarangnya dalam hatimu, sesungguhnya aku tidak ingin keluar atau biarlah di dalamnya aku disekap! Dengan nafas yang terengah-engah, teriring isak yang tersandung-sandung di tenggorokan, inilah aku yang betapa ingin membangkitkanmu yang tergeletak. Mungkin ini garis terberat aku mencintaimu. Ada baiknya aku memohon ampun, mengakui kelemahan, menjunjung tinggi belas kasihan dan tak lupa berterima-kasih. Sayang, aku tidak hanya ingin sekadar ada, tetapi siap dan lagi bisa. Bila lengah mata melihat atau lelah pundak memikul, ketahuilah langkahku tetaplah engkau!

                               

Aku ingin terlempar untuk membentur bola matamu, lalu terus menggelinding di atas tiap esokmu. Bagiku, wajah yang dipukul telak masih lebih ringan daripada tidak dipeluk kamu di saat-saat seperti ini. Karena tidak dicintaimu adalah sesuatu yang baru, yang membuatku merasa asing di antara segala hati yang membuka pintunya.



Di dalam tubuhku, di dalam hidupku, kaulah darahku, alasan degup jantungku! Kini aku merasa bahwa hatimu telah menelanku hidup-hidup. Apakah aku melantur? Tidak. Aku hanya takut menjadi bangkai di dalam hatimu. Itu saja

-zarry hendrik-

Selasa, 19 November 2013

201113



Tuan, sudahkah kau mengenali seluruh bagian tubuhmu?
Tahukah kamu?
Di kerling matamu aku pernah bersembunyi menyimpan senyum yang berserakan seperti remah roti.
Di jantungmu aku pernah menari-menari, detakmu yang menjadi iramanya, bertelanjang kaki.
Di kepalamu, aku pernah bermain ayunan, menelusuri prosotan meluncur dan turun di hati. Sesampainya disana, ada trampolin. Aku melompat-lompat dengan riang dan begitu lelah aku segera ke lenganmu. Disitu hangat, aku suka.
Aku juga sering bermain di telingamu. Aku mengalirkan suara dan membiarkannya menggema di sana. Entah iseng mengeja namamu, cerewet mengingatkanmu, berbisik manja, atau menyanyikan melodi rindu.
Aku juga sering mengunjungi mata kakimu, disitu aku akan membawa kamera, kupotret langkah-langkah yang kau pijak, kemanapun di seluruh dunia.
Aku juga suka sela jemarimu. Di situ daerah hangat kedua setelah lengan. Maaf, aku suka tak sengaja tertidur disana.
Jadi Tuan, sadarkah kamu?
Ada aku menjejaki semuamu.
Ada aku yang ingin menjadi udaramu

Senin, 11 November 2013

Datang



Kalau kamu datang, aku berjanji tidak akan bertanya kenapa baru sekarang.
Kalau kamu datang, aku berjanji tidak akan membuatmu berdiri di depan pintu terlalu lama
Kalau kamu datang, aku berjanji tidak akan bertanya, hati mana saja yang sudah kau lewati untuk sampai disini
Karena dengan langkahmu. Aku terbangun, dari mati suri yang kunina bobokan sendiri
Kalau kamu datang, tolong jangan pergi. Aku lelah menjaga pintu.
Kalau kamu datang. Aku berani sumpah, aku tenang

Minggu, 10 November 2013

101113

aku menyukai saat tukang bakso Malang datang menghatarkan pesananku
waktu itu kamu duduk di sampingku.

bila aku bisa mendengar detak langkahmu
sedang detak langkahku sendiri tidak mampu aku dengar
percayalah aku sedang melebur dalam lamunan
          melamunkan kamu dan tak henti merapal syukur

Senin, 04 November 2013

All I Want Is You





Yang sederhana itu saya, dan yang menyederhanakan kesulitan itu kamu.

Yang menangis itu saya, dan yang memberi sandaran setelahnya itu kamu.

Yang mencaci nasib itu saya, dan yang mengatakan bahwa “semuanya akan baik-baik saja” itu kamu.

Yang mempertanyakan kebodohan itu saya, dan yang  selalu sabar menjawabnya dengan cerdas itu kamu.

Yang sedikit-sedikit ngambek itu saya, dan yang hampir selalu mengalah itu kamu.

Yang marah-marah karena merindukanmu itu saya, dan yang selalu datang memberi peluk setelahnya itu kamu.

Yang memaksa memilih film drama di bioskop itu saya, dan yang  setia menemani menonton filmnya sampai habis itu kamu.

Yang drama queen itu saya, dan yang selalu berhasil menenangkan itu kamu.

Yang menyukai lagu-lagu aneh itu saya, dan yang setia menemani mendengarkannya itu kamu.

Yang biasa saja dengan sepak bola itu saya, dan yang membeli jersey dengan nama saya tertulis di punggungnya itu kamu.

Yang mencintai kamu itu saya, dan yang menerima saya kembali dengan baik itu kamu.

Saya cinta kamu-dan saya harap itu bisa sampai selamanya

***

Senin, 14 Oktober 2013

Sama-sama Dibawah Langit



Bila aku harus menjauhimu, aku akan memulainya dengan berjalan mundur. 
Aku akan menghayati lambai tanganmu di selangkah demi selangkah. 
Kemudian saat mataku mulai berkaca-kaca, aku akan berkedip untuk membiarkan pipiku pasah. 
Aku akan menangisi jarak sambil menaruh harap untuk melayang-layang di atas tanah. 
Karena sejauh apapun kita terpisah, kita hanya sama-sama di bawah langit, masih di dalam bumi yang tidak lelah berputar terus.

Minggu, 13 Oktober 2013


13 10 13

Ada yang jatuh di hatiku. Sepertinya itu namamu.
Lalu dia pecah, remah huruf hurufnya merebak ke seluruh paru paru.
Meleleh merembes membasahi pori nodi.
Menjalar, melaju menuju kepala
Kemudian membelah diri berjuta-juta.
Masih. Masih membelah diri.
Tak bisa berhenti.

Senin, 07 Oktober 2013

2 Sisi

 
 
Setiap manusia, akan selalu punya hari di mana dia merasa sendirian dan tak tertolong lagi. Dan itu bukanlah hal yang tidak bisa kamu terima.

Karena bersedih bukanlah dosa
Dan menangis bukanlah selalu soal luka
Ini hanyalah bagian dari hidup agar kita memahami;
Bahwa segala hal selalu punya dua sisi untuk dilewati

Saya belajar menerima kehilangan, seperti saya belajar menemukan pertemuan
Saya belajar memeluk kesedihan, seperti saya belajar menyimpan kebahagiaan

Walau sulit untuk membaginya dengan sama rata 
Tapi Saya memang ditakdirkan terlahir untuk keduanya

Entah di sisi mana pun saya sedang berada, saya berharap kamu selalu bersabar menemani saya di sana
Bersabar meyakinkan saya bahwa; segalanya akan kembali baik-baik saja. 

Kamis, 03 Oktober 2013

- Lelaki keren adalah lelaki yang mampu membuat wanitanya merasa dicintai dengan pantas-
Falafu

Bahagiaku itu...



Bahagia itu sederhana,
Meneleponmu dan mendengarmu bahagia menerima panggilanku.

Bahagia itu sederhana,
Menonton kartun kesukaanku Larva


Bahagia itu sederhana,
Punya cukup buku bagus untuk dibaca


Bahagia itu sederhana,
Mendengar sebuah permintaan tolong datang padaku, hingga aku merasa diriku cukup berarti untuk orang lain.


Bahagia itu sederhana,
Bila aku tahu rinduku cukup untuk memaafkan semua kesalku padamu.


Bahagia itu sederhana,
Seseorang rela repot menghubungi dan bertanya tentang seberapa banyak aku tersenyum hari ini dan apa aku cukup bahagia.


Bahagia itu sederhana,
Menertawakan leluconmu, karena kamu masih punya waktu untuk sekedar menceritakannya.


Bahagia itu sederhana,
Langit biru manja di pukul setengah sembilan pagi.


Bahagia itu sederhana,
Ketika aku tak sendirian saat menceritakan bahagiaku.

Karena masih ada matamu yang mau menemani membaca ini.