Tentang Saya

Rabu, 29 Februari 2012

Rindu



Dulu kamu pernah menitipkan sesuatu untukku
Kamu bilang itu kotak rindu
Aku bertanya, "Apa itu kotak rindu?"
Lalu kamu menjawab "Kamu akan segera tahu"

Hari ini aku temukan kotak itu di sudut kamarku,
Usang dan berbalut debu
Aku membukanya dan terpaku
Ada sesuatu yang menggebu
Inikah yang dinamakan rindu?

kelak



Kelak kita akan menjadi seperti ini
Menua
Memudar
Rapuh
Layu
Keriput
Mengering
Berbau
Dikenang atau terlupakan

Selasa, 28 Februari 2012

Perbincangan suatu hari

Boy
Sebenarnya seberapa besar rasa cintamu pada pria menyebalkan itu?

Girl
Mungkin sepanjang langkah yang telah kutapak selama hidupku, mungkin juga seluas udara yang telah kuhirup dan kulepas kembali, bisa jadi sebanyak kata yang telah terucap semenjak aku dilahirkan. Atau sesering aku mengedipkan mataku. Masalahnya aku tak tau pasti sebesar apa mereka sekarang. Itu yang menjadikanku tak dapat mengontrol pertumbuhannya. Aku membiarkannya memakan semua hatiku, memenuhi semua sisinya. 

Seperti tak ada manusia yang tau di mana letaknya ujung dari langit ini, seperti itu juga aku tak dapat menerka di mana dia tampak habis untukku. Ternyata rasa sayangku padanya sulit sekali habis, betapa pun dia menyakitkan untuk kucintai. Menyebalkan bukan?

Boy
Ya, aku tau bagaimana rasanya. Menyebalkan sekali. Seperti ketagihan pada hal yang bahkan tak menyenangkan untuk dijalani. Persis seperti yang aku rasakan padamu saat ini
Girl: .........                                                                                                                                           

yang ku percaya


 aku percaya, kelak saatnya tiba dimana aku akan ditemukan oleh seorang dia. Dia yang di telapak tangannya telah digarisi takdir untuk sampai pada hari dimana ia menggenggam tanganku erat, berteriak pada dunia “dia,wanita disampingku ini. Aku jatuh cinta padanya tanpa syarat“
Aku percaya, kelak aku mengerti bahagia itu sederhana, yang aku butuhkan hanya dia menemaniku duduk memandangi ‘vega’ di tengah pekatnya langit.
Karena sebelum ini aku terlalu sering entah itu ditemukan atau menemukan mereka, yang nyatanya salah. Bahagia yang kurasakan selalu sama, datar dan semu.

Aku benci ketika menyadari aku tengah jatuh cinta, cinta yang memberiku manis di awal, cinta yang memutuskan harapanku, menghapus ceriaku. Demi Tuhan aku benci cinta yang seperti ini!
Dan hari ini, aku tengah bersemangat untuk sampai pada hari dimana ia yang katanya berjodoh denganku, akan menemukanku kemudian.

Senin, 27 Februari 2012

tentang dia

      

      Yang satu ini tentang dia, yang pernah membuat senyumku tak pernah memudar .
Aku ingat hari itu hari ketika aku terjaga di tengah tidur dan menyadari sesuatu berdetak sangat kencang didalam dada “Ya Tuhan, aku jatuh hati pada pria ini”
      Aku berani bertaruh demi apapun bahwa aku bahagia,sungguh. Melewati hari-hari yang terasa indah ketika bersamanya, indahnya berbeda.
      Aku tahu darahku mengalir hebat ketika ia menggenggam tanganku erat, melewati setiap jalan dengan siluet bahagia. Aku selalu terkikik ketika berhasil membuat seisi dunia cemburu.
    Aku tahu jarum jam berhenti berdenting saat ia mencium pipiku,ciuman sayang katanya.Aku tahu ia obat dari setiap sakitku, damai dari setiap lelahku.
Bahagiaku itu mudah, hanya ingin ia tahu dengannya aku rasakan cinta tanpa ketentuan.

      Ia yang tadinya kupikir akan kutemani menghabiskan masa tuanya ternyata keliru, ia hanya bahagia yang semu, fase yang kulewati dan kulupakan begitu saja. Peluknya tak lagi milikku, tatapan sayangnya tak lagi untukku, irama suaranya tak lagi mampu melemahkanku.
      Semua tak penting lagi dan aku harus menyadari kebodohan untuk setiap air mata yang jatuh untuknya, terima atau tidak kini indahnya sudah memudar. Dan dia hanya awal dari kecewaku

Ps: untuk kamu yang pernah menjadi semangat setiap pagiku.